Airlangga: Diversifikasi batik dorong pemulihan ekonomi nasional

Posted by on September 16, 2021


industri kerajinan dan menulis didukung sebagai salah kepala sektor yang dapat menjelma penopang agenda pemulihan ekonomi nasional

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan bahwa diversifikasi produk membatik mendorong pertumbuhan nilai ekspor sehingga batik dapat menjelma satu diantara sektor yang membantu pemulihan ekonomi nasional.

Nilai ekspor batik menemui peningkatan pada Januari-Juli 2021 mencapai 21, 54 juta dolar AS, sedangkan era Januari-Juni 2019 angka tersebut berada di posisi 17, 99 juta dolar AS.

“Berdasarkan daya itulah industri kerajinan dan batik didukung sebagai salah satu sektor yang sanggup menjadi penopang agenda perbaikan ekonomi nasional, ” sirih Menko Airlangga dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menko Airlangga menyampaikan negara dengan menjadi pasar utama menulis Indonesia antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Melihat potensi yang benar besar tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya menggelar pasar-pasar baru pada rasio global. Upaya tersebut dipercaya dapat membantu kembali memajukan kinerja industri batik nasional di tengah dampak pandemi sekaligus semakin memperkenalkan beragam batik khas Indonesia.

“Batik yang diproduksi adalah batik tulis serta batik cap. Pemerintah berkomitmen bahwa batik ini selalu menjadi pakaian resmi sewarna pemerintah, ” ujar Airlangga.

Dalam kunjungannya ke pelaku usaha membatik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (16/9), Airlangga mendengarkan aspirasi pemilik & perajin batik serta mempraktekkan langsung cara membatik menggunakan alat tradisional canting.

Berdasarkan keterangan Biro Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat, UKM sektor cara batik di Kota Pekalongan berjumlah 871 unit usaha dan selama pandemi COVID-19 tetap mampu bertahan serta cenderung mengalami peningkatan total pelaku usaha.

Salah satu industri menulis yang masih tetap bertahan di masa pandemi adalah Perada Batik Pekalongan. Sekalipun terdapat pengurangan jumlah perajin, usaha yang berdiri semenjak tahun 2011 ini tentu berinovasi dan berproduksi buat terus menggerakkan ekonomi wilayah.

“Kita mengapresiasi seluruh stakeholders yang terkebat menggerakkan industri batik. Kami ucapkan selamat karena tentu mampu bertahan di zaman pandemi, bahkan ekspornya naik, ” tutur Airlangga.

Menangkap juga: Saat pandemi, Pekalongan siap geliatkan wisata batik lewat lomba vlog
Baca juga: Larangan mudik, pedagang batik Pekalongan maksimalkan penjualan daring
Menyuarakan juga: Mengantar karya pengrajin Garut & Pekalongan oleh sebab itu busana batik modern

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021