Cdm Indonesia optimistis dapat bunga medali di laga penutup besok

Posted by on August 1, 2021


Jakarta (ANTARA) – Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P. Roeslani, mengaku optimistis rombongan Merah Putih dapat menambah perolehan medali saat tampil dalam lanjutan pesta gerak hari Senin (2/8) nanti.

Pada Senin (2/8), atlet-atlet Indonesia akan hadir dalam tiga nomor sebab dua cabang olahraga yang memperebutkan raihan medali dan Rosan yakin penampilan itu bakal mampu mendongkrak status Indonesia di klasemen pendapatan medali.

“Harapan medali emas kita pada bulu tangkis pada zona ganda putri. Semoga kelak hasilnya baik sehingga bisa menaikkan peringkat sesuai arahan Kementerian Pemuda dan Gerak, ” kata Rosan, di dalam siaran pers Komite Olimpiade Indonesia, Minggu.

Baca serupa: Cara main Greysia-Apriyani pelihara asa Indonesia raih aurum Tokyo 2020
Mengaji juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sejarah baru bulu menjawab Indonesia

Pebulu tangkis berpasangan putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan melawan pasangan bagian dua dunia asal China Qing Chen/Yi Fan Jia pada laga perebutan bintang emas di Musashino Forest Sport Plaza pukul 11. 50 WIB.

Selain ganda putri, sendiri putra Anthony Sinisuka Ginting juga akan berjuang memperebutkan medali perunggu dengan menghadapi wakil Guatemala Kevin Cordon pukul 18. 00 WIB.

Anthony patah pucuk melaju ke final seusai kandas di tangan peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Chen Long 16-12, 11-21.

“Anthony sudah berjuang, meski hasilnya belum suntuk. Tapi, kita tahu bahwa Anthony sudah bemain secara maksimal di semifinal sebetulnya, ” ucap Rosan.

Mengucapkan juga: Kerja keras Ginting dipatahkan Chen Long pada semifinal Tokyo 2020
Baca juga: Ginting meminta menangi medali perunggu sejak Olimpiade perdana

Sementara itu, lifter Nurul Akmal akan tampil di Grup A kelas +87kg di Tokyo Internasional Forum pukul 17. 50 WIB. Terkait peluang medali di kelas +87kg, Rosan yang juga merupakan ketua PB PABSI tersebut mengaku tak ingin takabur soal hasil.

“Persaingan di kelas Nurul terbilang ketat karena tak ada pembatasan berat lembaga, yang penting lebih sebab 87 kg. Kalau dilihat, postur Akmal paling kecil. Jadi tantangannya cukup mengandung untuk meraih medali dibanding kelas ini, ” tuturnya.

Indonesia saat ini berada di situasi ke-57 klasemen sementara bayaran medali Olimpiade Tokyo dengan raihan satu medali galuh dan dua perunggu.

Kontingen Indonesia meninggalkan ke Tokyo dibebani bahan peringkat ke-40 klasemen akhir perolehan medali oleh negeri, naik dari posisi ke-46 di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Baca pula: (Round Up) Ginting tersingkir di semifinal, berpeluang rampas perunggu
Baca pula: Menpora berpesan agar Greysia/Apriyani bermain tanpa beban pada final
Baca serupa: Klasemen medali Olimpiade: China tetap di puncak, Amerika salip Jepang

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2021