Dolar AS melonjak didorong sentimen penghindaran risiko

Posted by on October 16, 2020


New York (ANTARA) – Nilai tukar dolar GANDAR melonjak terhadap sejumlah mata kekayaan utama lainnya bersama dengan safe-haven yen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena tanda-tanda ekonomi AS terhenti sementara stimulus fiskal tampaknya tidak mungkin terjadi sebelum pemilihan presiden AS, membuat investor bersikap menghindari risiko.

Dolar menguat ketika ekuitas AS mendarat di tengah data yang menunjukkan pemulihan pasar kerja kehilangan tenaga, sementara aktivitas manufaktur di New York turun lebih besar dibanding yang diantisipasi.

Klaim pengangguran mingguan naik menjadi 898. 000, bertambah 53. 000 daripada minggu sebelumnya dan di atas perkiraan 825. 000. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa  pandemi COVID-19 menyebabkan kerusakan permanen pada pasar tenaga kerja.

Dolar Australia mencapai level terendah besar minggu pada Kamis (15/10/2020) sesudah kepala bank sentral mengisyaratkan prospek pelonggaran moneter, sementara sentimen penghindaran risiko ( risk-off ) membuat dolar AS didukung dan sebagian besar mata kekayaan utama lainnya dalam posisi melindungi.

Setelah mengatakan kesepakatan stimulus sebelum pemilihan 3 November akan sulit, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan dia mau terus berusaha mencapai kesepakatan tentang bantuan virus corona dengan Kepala DPR Nancy Pelosi sebelum tanggal itu.

“Masih tersedia banyak jarak antara semua bagian yang memiliki peran untuk bermain dalam kesepakatan dan asumsi pasar bahwa kesepakatan akan datang bertambah cepat daripada nanti sedang ditantang, ” kata manajer portofolio Keith Buchanan dari Global Investments pada Atlanta, Georgia.

“Tantangan itu menjadi semakin jelas setiap hari yang berlalu tanpa pertambahan yang signifikan sejauh menyangkut perjanjian dan kami tidak melihatnya. ”

Indeks dolar melonjak  0, 504 persen setelah mengenai tertinggi satu minggu di 93, 878.

Pound Inggris, yang terangkat pada Rabu (14/10/2020) oleh tanda-tanda kemajuan dalam bibir Brexit, melepaskan kenaikan itu pada Kamis (15/10/2020) karena kekhawatiran mengenai pembicaraan perdagangan dengan Eropa pegari kembali dan London menghadapi pemisahan virus corona yang lebih sendat.

Poundsterling diperdagangkan belakang pada 1, 2893 dolar, mendarat 0, 91 persen pada keadaan itu.

Para pemimpin Uni Eropa mengatakan menyetujui kemitraan baru yang “adil” dengan Inggris adalah “layak untuk setiap upaya” tetapi blok itu tidak hendak berkompromi dengan biaya berapa biar dan siap untuk perpecahan mendadak dalam perdagangan senilai satu triliun euro setiap tahun.

Prancis telah memberlakukan jam malam ketika infeksi virus corona menyusun, dan anggota Uni Eropa yang lain juga menanggapi lonjakan kasus hangat dengan pembatasan baru.

Pasar khawatir gelombang baru penguncian dapat menghentikan pemulihan global di saat harapan untuk stimulus GANDAR sebelum pemilu 3 November menggabak, membuang aset-aset berisiko seperti ekuitas dan mendukung aset-aset safe-haven seperti dolar dan yen.

Tatkala melemah terhadap dolar AS, yen Jepang menguat 0, 30 komisi terhadap euro. Bloomberg melaporkan Bank Sentral Eropa “melihat sedikit alasan” untuk terburu-buru memberikan stimulus segar bulan ini bahkan ketika kasus virus corona melonjak dan ekonomi melambat.

Euro menetes 0, 49 persen menjadi satu, 1688 dolar terhadap greenback.

Baca juga: Dolar menetes dan euro terendah, tertekan memudarnya harapan stimulus AS
Membaca juga: Dolar menguat saat harapan vaksin dan stimulus meredup
Baca juga: Dolar AS menguat tipis saat pedagang amati mulut stimulus

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020