Dolar AS tergelincir terseret meningkatnya sentimen risiko global

Posted by on September 24, 2021


New York (ANTARA) – Dolar AS terbenam secara menyeluruh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena meningkatnya sentimen risiko pada pasar keuangan global menghapus kenaikannya di sesi sebelumnya setelah Federal Reserve GANDAR mengisyaratkan rencana untuk membatalkan stimulusnya tahun ini.

Selera risiko investor membaik setelah Beijing menyuntikkan uang tunai baru ke dalam sistem keuangannya menjelang pembalasan kupon obligasi 83, 5 juta dolar AS sebab raksasa properti China Evergrande, yang berisiko menjadi satu diantara gagal bayar perusahaan terbesar di dunia itu.

Kekhawatiran tentang kegiatan pembayaran Evergrande dan efek sistemik apa yang ditimbulkan oleh kesulitan sistem keuangan China oleh raksasa properti itu, telah membebani sentimen risiko keuangan global dalam beberapa sesi terakhir.

“Mata uang komoditas secara luas lebih luhur sementara (mata uang) tempat berlindung lebih lemah, menghasilkan perdagangan dolar AS umumnya lebih rendah setelah menguat menyusul pernyataan FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal), ” Shaun Osborne, kepala muslihat mata uang di Scotiabank, mengatakan dalam sebuah rencana.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam sembrono uang saingannya, tergelincir 0, 5 persen pada 93, 037. Indeks, yang telah naik 0, 25 persen pada Rabu (22/9/2021), berada di laju persentase penurunan harian terbesar dalam sebulan tetapi tetap mendekati lapisan tertinggi 10-bulan yang disentuh pada akhir Agustus.

Yuan China pada perdagangan luar negeri bangkit terhadap greenback di enam, 4599 per dolar.

Dolar mendapat sedikit dukungan dari data dengan menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim hangat untuk tunjangan pengangguran dengan tak terduga naik pasar lalu di tengah lonjakan di California.

Suasana Kamis (23/9/2021) dengan membaik mendorong mata uang-mata uang komoditas yang sensitif terhadap risiko lebih tinggi, dengan dolar Australia terangkat 0, 9 persen dan dolar Selandia Baru terangkat 1, 0 persen.

Peningkatan selera efek tercermin dalam indeks ekuitas utama Wall Street, dengan indeks S& P 500 berada di jalur buat kenaikan lebih dari 1, 0 persen dan persentase kenaikan dua hari terbesar sejak akhir Juli.

Pada Rabu (22/9/2021), Federal Reserve mengatakan peluang akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera sesudah November dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga mungkin mengikuti lebih cepat dari dengan diperkirakan.

Sekalipun positif untuk dolar, vitalitas dari pengumuman The Fed diremehkan oleh pesan hawkish dari beberapa bank sentral di Eropa, dan ketika Norwegia menjadi negara lulus pertama yang menaikkan suku bunganya.

Krona Norwegia melonjak ke tangga tertinggi 3, 5 bulan versus euro pada Kamis (23/9/2021) setelah bank pokok menaikkan suku bunga tumpuan dan mengatakan lebih banyak kenaikan akan menyusul di beberapa bulan mendatang.

Sterling memperpanjang kenaikannya pada Kamis (23/9/2021) setelah bank sentral Inggris (Bank of England) mengatakan perut pembuat kebijakannya telah memutuskan untuk mengakhiri lebih kausa pembelian obligasi pemerintah kurun pandemi dan pasar mengedepankan ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga hingga Maret.

Di rekan negara berkembang, lira Turki anjlok ke rekor terendah setelah penurunan suku bunga mengejutkan 100 basis poin menjadi 18 persen dengan terjadi meskipun inflasi mencapai 19, 25 persen di dalam bulan lalu.

Sementara itu, Bitcoin memperpanjang pemulihannya dari penurunan pintar awal pekan ini, terbang 2, 42 persen ke level tertinggi 3 keadaan di 44. 642, 78 poin.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021