Jepang umumkan Akishino sebagai ahli waris utama kaisar

Posted by on November 8, 2020


Tokyo (ANTARA) – Jepang, Minggu, secara sah menyatakan Putra Mahkota Akishino jadi ahli waris utama kekaisaran setelah pada 2019 kakak laki-lakinya, Naruhito, sah menjadi kaisar karena ayah mereka turun tahta.

“Saya secara mendalam merenungkan tanggung jawab jadi Putra Mahkota dan akan melaksanakan tugas saya, ” kata Akishino, menurut stasiun penyiaran publik NHK.

Dengan mengenakan jubah berwarna oranye, Akishino memberikan pemberitahuan itu di depan para pengikut –yang sebagian besar mengenakan masker.

Peresmian ditandai dengan serangkaian upacara selama sehari lengkap di istana kekaisaran.

Upacara tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada April, namun ditunda karena pandemi virus corona.

Upacara juga disederhanakan pada saat kasus penularan virus di Jepang terus meningkat, meskipun negara itu lolos dari wabah sangat berat yang melanda banyak negara lain.

Menurut undang-undang Jepang, hanya laki-laki yang bisa menerima tahta.

Dengan serupa itu, satu-satunya keturunan Naruhito, yakni Putri Aiko yang berusia 18 tarikh, tidak memenuhi syarat sebagai ahli waris.

Upaya buat mengamandemen undang-undang tersebut surut kala istri Akishino melahirkan seorang anak, Hisahito, pada 2006.

Akishino, usia 54 tahun, merupakan satu dari hanya tiga mahir waris tahta kekaisaran.

Dua ahli waris lainnya merupakan Hisahito, 14 tahun, dan Pangeran Hitachi, 84 tahun, adik Kaisar Emeritus Akihito.

Akihito berhenti tahun lalu. Ia menjadi kaisar pertama Jepang dalam besar abad terakhir ini yang menjatuhkan tahta.

Perubahan dalam undang-undang suksesi merupakan kutukan untuk kaum konservatif. Namun, perdebatan tentang upaya untuk memastikan suksesi berlangsung dengan stabil kemungkinan akan menyusun

Salah satu pilihan yang mengemuka adalah mengizinkan perempuan, termasuk Aiko dan dua akang perempuan Hisahito, untuk mempertahankan kehormatan bangsawan mereka setelah menikah serta mewarisi atau mewariskan tahta kepada anak-anak mereka.

Patuh beberapa survei, perubahan itu dibantu oleh masyarakat Jepang pada umumnya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Nasib kekaisaran Jepang berada pada pundak bocah usia 13 tahun

Baca juga: Kaisar Naruhito ungkapkan “penyesalan mendalam” atas era lalu Jepang

Baca juga: Akhiri ritus penobatan, kaisar Jepang bermalam bergandengan Dewi Matahari

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Paduka Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020