Jubir Pemerintah: Pasien sembuh COVID-19 merayap 183 menjadi 2. 881

Posted by on May 11, 2020


masih ada kelompok rentan dengan berpotensi tertular

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengucapkan hingga Senin pukul 12. 00 WIB jumlah pasien sembuh dari COVID-19 bertambah 183 orang menjelma 2. 881 orang.

“Sedangkan pasien meninggal bertambah 18 orang menjadi 991 orang, ” sekapur Yurianto dalam jumpa pers dalam Graha BNPB yang dipantau menggunakan akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Senin.

Yurianto mengatakan jumlah pasien dalam pengawasan bertambah 1. 677 orang menjelma 31. 994 orang dan karakter dalam pemantauan bertambah 415 karakter menjadi 249. 105 orang.

Baca selalu: Warga di bawah 45 tahun diberi kesempatan beraktivitas lebih penuh
Baca juga: Dirjen BETUL katakan satu narapidana positif COVID-19

Masukan menunjukkan jumlah terkonfirmasi atau membangun COVID-19 hingga Selasa bertambah 233 orang menjadi 14. 265 karakter.

Yurianto mengatakan seluruh provinsi di Indonesia sudah terpapar COVID-19, sedangkan kabupaten/kota yang terdampak sebanyak 373 kabupaten/kota.

Pemerintah telah melakukan pemeriksaan tes PCR dan tes cepat molekuler terhadap 161. 351 spesimen dibanding 116. 358 orang dengan pengesahan positif 14. 265 kasus dan negatif 102. 093 kasus.

Baca juga: Vietnam kembali buka sekolah sesudah pelonggaran pembatasan
Baca pula: Jepang mungkin akhiri keadaan penting di beberapa daerah pekan ini

Baca juga: Pertama kalinya, tak ada kasus baru COVID-19 dalam Tunisia

Yurianto mengatakan penambahan kasus COVID-19 dari hari ke hari merupakan gambaran penularan yang masih langsung terjadi di tengah masyarakat.

“Masih ada kasus pasti di tengah kita yang belum diisolasi dengan baik dan sedang ada kelompok rentan yang berpotensi tertular, ” tuturnya.

Karena itu, Yurianto mengingatkan kelompok untuk meningkatkan kedisiplinan dan loyalitas terhadap anjuran pemerintah untuk memutuskan rantai penularan COVID-19.

“Pastikan disiplin mencuci tangan dengan sabun, disiplin menggunakan masker, disiplin menjaga jarak, disiplin tetap pada rumah, disiplin tidak melakukan kunjungan dan tidak mudik, ” katanya.  

Baca juga: Seorang pengguna KRL terindikasi terpapar corona dalam tes massal
Baca juga: Himpunan Tugas COVID-19 ingatkan pimpinan kawasan tidak “pingpong” warga
Menangkap juga: Dino Patti Djalal sebut Indonesia harus perkuat diplomasi vaksin

 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020