KBRI Berlin gencar promosi kopi di Jerman, gandeng swalayan terbesar

Posted by on November 9, 2020


Tidak heran apabila Jerman ialah negara pengimpor biji kopi terbesar di dunia setelah Amerika Konsorsium

London (ANTARA) – Kedutaan Indonesia di Jerman (KBRI Berlin) bersama pengusaha distributor kopi Indonesia yaitu My Bali Coffee serta PT Nabu Kopi Ranah Indonesia melakukan promosi kopi di perut pasar swalayan terbesar di Jerman yaitu Edeka dan Rewe.

Dubes RI untuk Jerman Cendekia Havas Oegroseno kepada Antara London, Senin, mengatakan Edeka dan Rewe menjual berbagai jenis kopi Indonesia di swalayan dalam jaringan mereka.

“Mereka tidak sekedar menjual kopi, tapi juga melaksanakan pengenalan rasa kopi melalui coffee tasting di lobi gedung dan pada tempat parkir, ” ujar Dubes Havas.

Menariknya pengenalan kopi ini dikemas dengan mobil combi klasik VW tahun 1960an yang disulap menjadi coffee combie .

Saat ini sudah ada 330 swalayan Edeka dan Rewe menjual kopi Indonesia dan bahkan mereka telah memesan ribuan ton model Indonesia.

Menurut Dubes Havas, ada kesamaan antara kaum Indonesia dan Jerman. Keduanya penggemar kopi. Bedanya, bangsa Jerman meminum kopi 5, 2 kg mulai orang per tahun. Sementara orang Indonesia rata-rata hanya meminum jiplakan 1, 3 kg per orang per tahun.

“Tidak heran apabila Jerman adalah negeri pengimpor biji kopi terbesar pada dunia setelah Amerika Serikat, ” ujar Dubes Havas.

Beberapa jenis kopi indikasi geografis arabika asal Indonesia masuk ke Jerman antara lain Gayo, Lintong, Mandailing, Preanger, Bajawa dan Bali yang termasuk dalam specialty coffee .

Baca juga: Afiliasi Kopi Singapura puji kopi Indonesia

KBRI Berlin mengembangkan strategi promosi contoh dengan beberapa cara di antaranya mengikuti kursus tentang kopi & pelatihan menjadi barista di vila coffee roastery paling besar di Berlin.

Dubes Havas dan beberapa staf telah memiliki brevet dari SCAE atau Specialty Cofee Association Europe sebagai barista.

“Menjual kopi dengan pengetahuan tentang kopi akan memberikan poin tersendiri, ” ujarnya.

Selain itu KBRI Berlin melaksanakan pertemuan virtual antara asosiasi jiplakan dan importir Jerman dengan koalisi kopi dan eksportir Indonesia. Konsumen dan penjual dapat bertemu langsung membahas rencana ekspor impor.

Selain itu KBRI Berlin melakukan promosi kopi melalui radio jazz Jerman. Para radio DJ disuguhi kopi Indonesia dan dilanjutkan dengan wawancara tentang kopi Nusantara.

Mengucapkan juga: Kemenparekraf dorong identifikasi HKI untuk kopi Bengkulu

KBRI Berlin pula melakukan promosi kopi bersama dengan coffee roastery Jerman yang memiliki pangsa pasar tersendiri di Jerman mengikuti promosi kopi di pameran industri Hannover Messe 2021, pameran industri kelas internasional diharapkan dihadiri sekitar 200. 000 orang dalam periode satu minggu.

Promosi kopi juga dilakukan di industri kapal pesiar Jerman. Promosi menggunakan pendekatan dan strategi tersendiri yang saat ini sedang dimatangkan secara berbagai pihak.

“Penting bagi kita untuk mengkaitkan dengan langsung antara kebiasaan cita mengecap masyarakat Jerman dengan ketersediaan contoh Indonesia di pasar swalayan Jerman, ” ujar Dubes

Edukasi kepada publik Jerman laksana melalui pemasaran langsung kopi Nusantara di swalayan dengan cara yang unik ini akan memberi poin lebih untuk dapat mengubah fikrah rasa kopi di Jerman.

Baca serupa: Kemendag dorong ekspor kopi Indonesia ke Meksiko

Sepasang suami-istri yang merasakan kopi Bali dan Gayo membenarkan mereka akan mengubah kebiasaan minum kopi yang selama ini cuma minum kopi Brazil mulai saat ini akan minum kopi Indonesia.

“ Branding yang pas serupa My Bali Coffee juga menjadi faktor penting dalam pemasaran model Indonesia. Upaya pemasaran kopi secara agresif ini akan dilakukan secara berkesinambungan, ”ujar Dubes Havas dengan kini memiliki sertifikat barista.

Ia berharap pada periode pandemi ini tidak mengganggu pemasaran kopi di Jerman.

Survai dilakulan Deutscher Kaffeeverband menuturkan 72 persen orang Jerman mengkonsumsi kopi di rumah, 21, 8 persen menikmati kopi ketika berlaku atau di kafe, dan sisanya 5, 7 persen menikmati contoh bersama kerabat dan teman.

Inilah mengapa perdagangan jiplakan di Jerman tidak terlalu terpengaruh oleh aturan pembatasan sosial semasa pandemi.

Pemilik merek MyBali Coffee Sascha Bayu Handojo mengatakan penjualan kopi Indonesia dengan online justru meningkat di masa pandemi. Sascha berdarah Indo-Jerman menargetkan satu. 000 gerai kopi baru dalam tahun 2021 agar kopi Nusantara semakin dikenal konsumen Jerman.

Baca pula: Kemenperin apresiasi ekspor olahan model ke China di tengah pandeml

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © KURUN 2020