Kepala dijadwalkan terima tongkat estafet Presidensi di KTT G20 Roma

Posted by on September 14, 2021


Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemimpin Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari Perdana Menteri Italia masa penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, akhir Oktober 2021.

“Bapak Presiden Abu Joko Widodo akan mendatangi penutupan KTT G20 pada Roma pada tanggal 30-31 Oktober mendatang dan di sana Bapak Presiden akan menerima secara resmi pelimpahan tongkat estafet Presidensi G20 dari PM Italia pada Presiden Republik Indonesia, ” kata Airlangga dalam konvensi pers daring dipantau dibanding kanal resmi Youtube Sekretariat Presiden, di Jakarta, Selasa malam.

Indonesia akan secara resmi menjadi Presidensi G20 pada satu Desember 2021 hingga November 2022 dengan tema Recover Together, Recover Stronger atau pulih bersama dan pulih lebih kuat. Presidensi G20 selama 2021-2022 ini ialah kali pertama Indonesia menjelma tuan rumah G20, semenjak perkumpulan yang berkontribusi di dalam 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia tersebut didirikan pada 1999.

Mengucapkan juga: Deklarasi G20 tegaskan komitmen pemulihan dan periode depan yang inklusif

Semasa presidensi G20 di Indonesia, Airlangga mengatakan akan ada banyak pertemuan yang dilakukan antara delegasi dari bermacam-macam negara.

Nusantara telah menyiapkan 5 dasar prioritas agenda yang akan diperjuangkan di KTT G20 yakni pertama peningkatan produktivitas untuk pemulihan atau promoting productivity, kedua yakni increasing resiliency and stability atau membangun ekonomi dunia yang tangguh pascapandemi, ketiga ensuring sustainabilty and inclusive growth atau menjamin pertumbuhan dengan inklusif dan berkelanjutan.

“Lalu enabling environment and partnership , ini menciptakan lingkungan kondusif dan kemitraan secara pemangku kepentingan serta forging a stronger collective global leadership ini adalah kepemimpinan kolektif global untuk memperkuat solidaritas, ” ujar Airlangga.

Beberapa rangkaian perhelatan KTT G20 dengan telah dipersiapkan Indonesia antara lain 150 pertemuan dengan beberapa perhelatan sepanjang tahun dari tanggal 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.

Pertemuan tersebut berbentuk kelompok kerja ( working group) yang akan dihadiri oleh deputi, menteri hingga kepala negara dan pemerintahan.

“Jumlah delegasi pertemuan sekitar 500-5800 orang per- event sepanjang tarikh dan sesuai dengan titah Bapak Presiden pertemuan akan dilakukan secara hybrid secara mempertimbangkan kondisi pengendalian COVID-19 dan juga dilakukan secara fisik sesuai dengan parameter-parameter yang ada, ” sebutan Airlangga.

Airlangga juga memastikan pertemuan jarak atau side event dalam bawah Presidensi Indonesia hendak mengikuti parameter kesehatan, menerapkan protokol kesehatan, dan berdasarkan perkembangan pandemi sesuai secara standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dan terkait dengan persyaratan vaksinasi tentu ditentukan dan dijalankan di berbagai daerah yang ketersediaan rumah sakitnya klasifikasinya A, ” ujarnya.

Membaca juga: IGJ harap G20 dorong akses vaksin berkeadilan
Baca juga: Kasal: Pengamanan G-20 di Labuan Bajo akan sesuai prosedur tetap

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021