Kepala ingatkan selesaikan sisa 8 juta hektar perhutanan sosial

Posted by on November 3, 2020


penambahan akumulatif cukup besar dalam lima tahun pertama

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan realisasi lahan untuk perhutanan sosial telah mencapai 4, 2 juta hektar hingga akhir September 2020, namun masih ada sekitar 8, 5 juta hektar dengan masih harus segera diselesaikan.

Presiden Jokowi, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, mengingatkan target lahan perhutanan sosial mencapai 12, 7 juta hektar hingga 2024.

“Memang ada sebuah pengembangan akumulatif yang cukup besar pada lima tahun pertama kemarin  tetapi masih ada sisa juga yang delapan juta hektar lebih tadi yang perlu kita selesaikan, ” kata Presiden saat membuka rapat terbatas mengenai Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perhutanan Sosial.

Presiden pula meminta Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) agar tidak hanya memberikan izin untuk lahan perhutanan sosial, namun juga memberikan pendampingan ke masyarakat untuk pemberdayaan di dalam menciptakan program-program lanjutan.

Dengan begitu, masyarakat memiliki keterampilan untuk mengelola lahan perhutanan baik, sehingga dapat memberikan nilai tambahan, termasuk untuk manfaat ekonomi.

“Sehingga masyarakat di kira-kira hutan itu memiliki kemampuan me- manage , memanajemeni, yang sudah diberikan yaitu untuk merembes ke dalam aspek bisnis perhutanan sosial yang tidak hanya argo forestry tetapi juga bisa masuk ke bisnis ekowisata, agro-silvo-pastoral , bisnis bioenergi, bisnis hasil hutan bukan kayu, bisnis semak rakyat. Semua sebetulnya bisa mensejahterakan tapi sekali lagi pendampingan tersebut sangat diperlukan, ” jelas Presiden.

Baca juga: Presiden: Pendampingan bisnis perhutanan sosial harus terintegrasi

Baca juga: Perhutanan Sosial di Undang-Undang Cipta Kegiatan

Baca juga: KLHK berikan pelatihan pendampingan perhutanan baik

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020