Lebihi target, Mendag sebut animo peserta Trade Expo Indonesia tinggi

Posted by on November 6, 2020


Para pelaku usaha dan UKM dapat menyajikan dan mempromosikan buatan berkualitas buatan Indonesia untuk dipasarkan secara global

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan animo peserta menjelang penyelenggaraan Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) Ke-35 tinggi yakni mencapai 692 pelaku usaha berorientasi ekspor yang terdiri atas perusahaan gembung dan UKM  nasional atau diatas target awal 200-300 peserta.

“Animo pelaku usaha dan buyers benar menggembirakan. Sejak pendaftaran dibuka dalam 9 Oktober 2020 hingga 2 November 2020, tercatat sebanyak 692 pelaku usaha berorientasi ekspor & 1. 400 buyers dari 86 negara telah mendaftarkan diri. Jumlah buyers dan pengunjung diharapkan akan terus merayap, karena pendaftaran masih dibuka hingga acara TEI-VE ke-35 berlangsung, ”  kata Mendag lewat keterangan sah di Jakarta, Jumat.

Baca juga: KBRI promosikan ‘Trade Expo Indonesia’ Virtual 2020 di Pakistan

Mendag Agus mengatakan sebanyak lima negara dengan jumlah buyers tertinggi selain Indonesia yaitu Amerika Serikat 46 buyer s, Australia 41 buyer s, Hong Kong 39 buyer s, Arab Saudi 23 buyers , dan Jepang 18 buyers .

Para buyers yang berminat bertransaksi nantinya akan diarahkan untuk mengadakan penjajakan kesepakatan kulak ( business matching ), sehingga tercapai kontak & kontrak dagang yang diharapkan.

Sementara itu, lanjut Mendag, total okupansi tercatat sebanyak 505 stan virtual. Peserta TEI-VE itu berasal dari sektor manufaktur, fesyen, makanan dan minuman, industri uluran tangan, produk kreatif inovatif, industri penting, dan kerajinan.

Patuh Mendag Agus, penyelenggaraan TEI-VE diharapkan dapat mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) mengembangkan jejaring usaha dan investasi.

“TEI-VE Ke-35 ini merupakan ajang pengembangan jejaring bisnis dan investasi untuk UKM. Para pelaku usaha serta UKM dapat menyajikan dan menaikkan produk berkualitas buatan Indonesia untuk dipasarkan secara global, ”  ujar Mendag.

Agus mengungkapkan  fokus utama TEI-VE adalah transaksi bisnis ke bisnis (b to b) yang bersifat jangka lama dan bertaraf internasional. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan ekspor Nusantara.

“Meskipun platform tersebut diinisiasi Kementerian Perdagangan, tetapi TEI-VE  mengedepankan skema dari, oleh, & untuk pelaku usaha. Para pelaku usaha secara aktif juga mengabulkan promosi mulai dari memilih stan virtual, mengunggah konten promosi, serta berinteraksi dengan para buyers internasional, ” tutur Mendag.

Dia mengatakan seluruh pembiayaan pembuatan maklumat digital ini tidak menggunakan perkiraan dan pendapatan belanja negara (APBN), tetapi berasal dari para pelaku usaha yang terlibat mengikuti TEI-VE.

Agus menjelaskan  pola TEI-VE dibangun berbasis web secara menggunakan game-play standard platform, yakni tampilan rangkaian gambar tiga luas dengan fitur-fitur interaktif layaknya berlaku gim interaktif.

TEI-VE Ke-35 juga mengadopsi infrastruktur gedung pameran Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) agar para buyers dan pengunjung memperoleh pengalaman seperti layaknya mengunjungi TEI di ICE BSD.

Selain itu, para pengunjung serupa dapat menentukan sendiri pilihan rute kunjungan dan kegiatan setelah melaksanakan pendaftaran secara daring.

Fitur-fitur interaktif disediakan dalam menu navigasi yang membantu mengarahkan penjelajahan pengunjung ke berbagai stan serta forum bisnis virtual.

Kemudian, para pengunjung dapat berinteraksi langsung secara audio visual mencuaikan aplikasi zoom atau live chat dibantu oleh petugas yang berjaga.

“TEI-VE Ke-35 mau berlangsung selama tujuh hari pada 10-16 November 2020. Namun, pertunjukan virtual masih dapat diakses selama satu bulan hingga 10 Desember 2020, ”  jelas Mendag Agus.

Kegiatan ini bakal menampilkan produk dan jasa Nusantara pada zona produk potensial serta unggulan nasional yang terdiri dari jasa dan produk premium, manufaktur, furnitur, dan produk kerajinan tangan, makanan dan minuman, aksesori fesyen, dan multiproduk.

Selain pameran, TEI-VE ini juga diisi beragam forum yaitu trade, tourism, and investment (TTI) forum secara tema “Policy Transformation in The New Era Toward Economic Recovery”.

Ada pula 27 kegiatan forum bisnis yang hendak menghadirkan narasumber para pimpinan departemen dan lembaga, serta 11 kegiatan bisnis konseling yang akan membawa narasumber dari para perwakilan perdagangan RI di luar negeri.

Baca selalu: Trade Expo Indonesia 2020 bakal digelar secara virtual mulai November

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020