Luhut: Tindak tegas oknum “nakal” ganggu ketersediaan obat COVID-19

Posted by on July 8, 2021


Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Dunia Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali mengungkapkan pemerintah akan menangani tegas oknum “nakal” yang mengganggu ketersediaan obat-obatan buat penderita COVID-19.

Dia menegaskan pemerintah akan menangani tegas secara hukum kepada produsen atau distributor obat yang menjual dengan harga tinggi, sengaja menimbun, dan menimbulkan keselamatan terganggu.

“Lakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap kasus-kasus importir atau pembuat dan distributor yang membuahkan terjadi kelangkaan di toko obat, ” kata Luhut di dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Suruhan untuk menindak tegas perseorangan “nakal” itu disampaikan Luhut kepada Kabareskrim Polri, Kejaksaan Agung, dan Kejaksaan Luhur. Mereka diminta untuk mampu menindak tegas kepada pelaku-pelaku yang menaikkan harga obat di luar aturan dengan berlaku.

Luhut menambahkan, pemerintah saat tersebut sedang bekerja keras buat memastikan ketersediaan obat COVID-19 tercukupi.

“Kita akan menambah jumlah pasokan obat. Sekarang kami padahal kerja keras untuk hal itu, ” imbuhnya.

Pemerintah, lanjut Luhut, juga telah memformulasikan pengampu pengobatan untuk penderita COVID-19 berdasarkan gejalanya, yakni isyarat ringan, sedang, dan berat. Untuk mengantisipasi risiko yang terjadi, pemerintah juga akan lebih fokus untuk pengobatan penderita COVID-19 yang bergejala ringan.

Negeri pun telah menetapkan Nilai Eceran tertinggi (HET) yang tercantum pada Keputusan Menteri Kesehatan No. HK. 01. 07/MENKES/4826/2021 tentang harga satuan tertinggi obat dalam zaman pandemi COVID-19.

Harga tersebut merupakan makna jual tertinggi yang dijual melalui apotek, instalasi farmasi, rumah sakit, klinik, & fasilitas kesehatan yang aci di Indonesia.

Sementara itu, untuk bertemu estimasi lonjakan kasus harian, pemerintah akan mendorong kewajiban produsen dalam percepatan penerapan obat COVID-19 baik yang diperoleh secara impor maupun produksi dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pembagian obat secara merata pada setiap daerah di daerah Indonesia.

Baca juga: Luhut minta penambahan oksigen buat pasien COVID-19 dipercepat
Baca juga: Luhut minta mobilitas warga di Jatim dan Bali diperketat
Baca juga: Sektor esensial dan kritikal dapat terapkan WFO 100 persen

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021