Menko Airlangga: ASEAN sepakat untuk selesaikan perundingan RCEP

Posted by on June 26, 2020


Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan negara bagian ASEAN sepakat untuk menyelesaikan percakapan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk meningkatkan integrasi ekonomi dalam kawasan.

“Negara anggota ASEAN berkomitmen menyelesaikan perundingan RCEP untuk meningkatkan integrasi ekonomi di kawasan. Masukan dari pelaku bisnis, serupa yang ditunjukkan oleh ASEAN-BAC, betul diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan RCEP bagi ekonomi kawasan, ” kata pendahuluan Airlangga di Jakarta, Jumat.

Airlangga mengungkapkan hal tersebut usai mengikuti Pertemuan Leaders Interface with Representatives from ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) melalui telekonferensi didampingi oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan perwakilan ASEAN-BAC Nusantara.

Mengucapkan juga: Mendag sebut RI berkomitmen tandatangani perjanjian RCEP tahun tersebut

Pertemuan yang termasuk dalam rangkaian Konvensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-36 pada 22-26 Juni 2020 ini dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi negeri dan sektor swasta dalam merumuskan strategi penanganan dampak pandemi COVID-19 dan menyusun rencana pemulihan ekonomi.

Airlangga mengatakan pengerjaan RCEP merupakan salah satu desain di kawasan, selain kerja sepadan ekonomi digital dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk mengantisipasi gejolak ekonomi lebih buruk pada masa seperti ini.

Dalam pertemuan itu, ia menambahkan, pemanfaatan ekonomi digital sudah menjelma realitas ekonomi, sehingga pemanfaatan perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce kudu didorong untuk meningkatkan daya bertarung ekonomi.

Selain tersebut, menurut Airlangga, operasionalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun kemampuan SDM juga harus dimaksimalkan untuk menghadapi revolusi industri 4. 0 dan berbagai tantangan perekonomian nasional kedepannya.

Baca juga: Indonesia harap RCEP segera rampung agar tak kehilangan momentum

“Indonesia saat ini serupa tengah menjajaki penyusunan kurikulum pelajaran yang berorientasi industri 4. 0. Sementara itu, ASEAN juga sudah berupaya mentransformasi pendidikan vokasi mencuaikan Technical and Vocational Training (TVET), ” ujarnya.

Nusantara juga berharap rencana pembentukan ASEAN High Level Special Commission on COVID-19 Response and Economic Recovery (AHLSC) oleh ASEAN-BAC dapat menyerahkan rekomendasi bagi pemerintah negara anggota ASEAN dalam upaya pemulihan kesehatan, sosial dan ekonomi.

Pada pertemuan yang sama, cabang ASEAN-BAC juga menyampaikan beberapa rekomendasi, seperti kerja sama peningkatan daya tes massal yang terjangkau serta terpercaya, serta rencana pembukaan balik ekonomi.

Sebelumnya, Pemimpin Joko Widodo pada Pembukaan KTT ASEAN ke-36 menyampaikan beberapa hal penting yaitu perlunya kajian komprehensif untuk membangun ketahanan ASEAN di bidang ketahanan pangan, energi & kesehatan usai pandemi COVID-19.

Kemudian, mempercepat pemulihan ekonomi ASEAN, baik melalui peningkatan konektivitas, pengaturan perjalanan khusus dan penandatangan RCEP, memperkuat kerja sama zona dengan memperkokoh ASEAN Outlook on the Indo-Pacific serta bekerja lebih efisien dan efektif.

Pertemuan KTT ke-36 diharapkan menghasilkan dua dokumen, yakni ASEAN Leaders Vision Statement on a Cohesive and Responsive ASEAN Rising Above Challenges and Sustaining Growth, dan ASEAN Declaration on Human Resources Development for the Changing World of Work.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020