Menko Airlangga: Indonesia bertekad jadi negara berpendapatan tinggi

Posted by on July 6, 2021


Pemerintah Indonesia optimis IA-CEPA dapat membawa Indonesia dan Australia untuk memajukan hubungan perdagangan dan investasi yang berkelanjutan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia bertekad menjadi negara berpendapatan tinggi ataupun high income country.

Zaman pertemuan virtual Economic, Trade, and Investment Ministers’ Meeting(ETIMM) di Jakarta, Selasa   Menko mengatakan pemerintah telah melaksanakan reformasi struktural menggunakan Undang-Undang Cipta Kerja dengan tujuan menyederhanakan perizinan mencari jalan, mendirikan lembaga pengelola investasi untuk iklim investasi dengan lebih baik, serta menetapkan daftar prioritas investasi.

“Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Membangun Kerja diharapkan dapat membakar pelaku usaha Australia untuk lebih optimal dalam menunggangi IA-CEPA, AANZ-FTA, dan Regional Comprehensive Economic Partnership, ” katanya.

Di dalam pertemuan bilateral tersebut Nusantara Australia sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi dalam rencana pemulihan ekonomi bersama, beserta optimalisasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

IA-CEPA Economic Cooperation Program (ECP) KATALIS diharapkan dapat mewujudkan konsep Economic Powerhouse IA-CEPA melalui persekutuan kekuatan ekonomi untuk memajukan produktifitas produk industri & pertanian, dan berkontribusi lebih besar pada global value chains ‘ untuk memasok keinginan global.

Baca juga: Sri Mulyani sebut korupsi me RI jadi negara berpendapatan tinggi
 

“Pemerintah Indonesia optimis IA-CEPA bisa membawa Indonesia dan Australia untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi yang berkelanjutan, memperkuat peran kedua negeri dalam perubahan nilai ijmal dan meraih masa pendahuluan yang lebih baik, ” tutur Menko Airlangga.

Kedua negara pula menegaskan kembali komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral dengan terbuka dan berdasar di dalam prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam World Trade Organization (WTO) dan mendukung reformasi yang sejalan dengan relevansi seluruh anggota WTO.

Indonesia diproyeksikan menjadi manufacturing powerhouse (pusat pengolahan) dengan kemudahan akses berbagai bahan baku dan penolong murah serta berkualitas lantaran Australia.

Nusantara Australia juga sepakat serta mengakui peran penting investasi infrastruktur yang berkualitas di mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif jadi prioritas dalam G20. Persekutuan juga perlu diperkuat pada isu-isu penting bagi masa depan ekonomi kawasan, diantaranya perubahan iklim, pengurangan emisi, investasi, dan teknologi.

Selain juga mengakui pentingnya nilai dialog terus-menerus antara kedua mitra strategis dalam mewujudkan Kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, & sejahtera. Untuk itu, keduanya berkomitmen pertemuan Indonesia-Australia ETIMM digelar setiap tahun bahasa dengan komitmen dalam Joint Statement Indonesia-Australia ALM tahun 2020.

Baca juga: Sri Mulyani ungkap syarat sari jadikan RI negara berpendapatan tinggi
 

“Sebagai dua negara yang memiliki ikatan sejarah yang di dalam dan berbagi ikatan lingkungan yang unik, saya percaya bahwa Indonesia dan Australia dapat tumbuh bersama secara memanfaatkan kekuatan satu persis lain, ” katanya.

Australia merupakan negeri maju yang menjadi satu diantara mitra dagang penting untuk Indonesia dengan penduduk bertambah dari 26, 1 juta jiwa (2021) dengan sama real GDP growth dua, 44 persen per tarikh selama 5 tahun belakang (2015-2019).

Sampai dengan triwulan pertama 2021, Australia telah mencatatkan investasi sebesar 59. 5 juta dolar AS dengan jumlah 321 proyek investasi yang meliputi berbagai sektor seolah-olah pertambangan, industri logam pokok, barang logam, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, hotel & restoran.

Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut antaralain Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal, dan Duta Besar RI di Canberra.

Sedangkan Pemerintah Australia diwakili oleh Australian Treasurer Josh Frydenberg, Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan, dan Caraka Besar (Designate) Australia dalam Jakarta Penny Williams.

Mengaji juga: Wamenkeu: Pendapatan negeri Mei 2021 tumbuh 9, 3 persen

Baca selalu: Imbas COVID, Bappenas: MENODAI balik jadi negara perolehan menengah bawah
 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021