Menko PMK: Pembangunan manusia dimulai sejak prenatal dan ASI

Posted by on August 4, 2020


Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator dunia Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Muhadjir Effendy mengatakan proses pembangunan manusia dimulai daripada tahapan prenatal dan pemberian minuman susu ibu (ASI) di 1. 000 hari pertama kehidupan.

“Untuk itu ada beberapa kalender utama pemerintah di antaranya penurunan angka stunting dalam upaya pendirian manusia, ” kata dia era menjadi pembicara kunci pada rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak 2020 yang diselenggarakan oleh Kongres Perempuan Indonesia (Kowani) di Jakarta, Selasa.

Muhadjir Effendy mengatakan upaya penurunan angka stunting menjelma penting sekali di samping mas asupan gizi yang bermutu bagi ibu-ibu hamil.

Baca juga: Menko PMK: Protokol kesehatan wujud pengorbanan melayani COVID-19

Bahkan, pencegahan stunting dan pemberian gizi bermutu tersebut menjadi kalender utama dari pemerintah saat tersebut. Sebab, awal mula pembangunan manusia berawal dari tahapan 1. 000 hari kehidupan pertama.

Namun, ujar dia, sebelum masuk pada tahapan 1. 000 hari kehidupan pertama tersebut, terdapat agenda perencanaan keluarga. Oleh karena tersebut harus ada bimbingan rumah tangga bagi calon pengantin baru yang juga menjadi program utama Kemenko PMK.

“Tapi sebab sekarang lagi suasana COVID-19 terdesak kita tunda, ” katanya.

Ia mengatakan dengan menyediakan calon-calon pengantin baru terkait kesehatan tubuh keluarga, kesehatan reproduksi, ekonomi suku dan sebagainya maka diharapkan rumah tangga baru siap dalam merancang generasi Indonesia yang unggul laksana arahan Presiden.

Baca juga: Menko PMK: Perlindungan anak tentukan keberhasilan Indonesia emas

Sementara itu, Ketua Umum Kowani Dr Giwo R Wiyogo di sambutannya mengatakan kegiatan tersebut sedang dalam rangkaian Hari Anak dengan telah berlalu pada 23 Juli 2020 dengan tema Peran Penting Guru Paud di masa pandemi COVID-19.

Ia mengucapkan anggota yang tergabung di sistem Kowani sejatinya dapat menjadi saluran dan pendidik yang pertama dan utama di dalam keluarga kepada tumbuh kembang anak.

“Layanan pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari pencapaian bahan pendidikan dan kebudayaan, ” ujar dia.

Hal tersebut sebagaimana diatur peraturan Menteri Pelajaran dan Kebudayaan tentang pelayanan Paud sebagai bagian dalam upaya memajukan ekosistem pendidikan yang membangun lingkungan belajar yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi anak saat belajar.

Membaca juga: Alternatif beri ASI era pandemi COVID-19 jika sulit menyusui langsung
Baca juga: Kowani: Peran ibu memperkokoh ketahanan moral keluarga saat pandemi
Menangkap juga: Kowani ajak tokoh sokong pemerintah hadapi era adaptasi rasam baru

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020