Menkominfo bahas penguatan konektivitas bersama Prancis

Posted by on December 19, 2020


Kami menganggap Indonesia jadi negara anggota ASEAN yang berpengaruh dan memiliki kontribusi penting buat pengembangan kemitraan serta kerja sepadan

Jakarta (ANTARA) – Negeri Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kominfo), menerima kunjungan dibanding delegasi Pemerintahan Prancis untuk mempercakapkan kerja sama  antara kedua negara dalam upaya penguatan konektivitas nasional.

Dikutip dari laman Kominfo, Sabtu, pertemuan tersebut merupakan satu diantara agenda utama dalam lawatan Gajah Urusan Perdagangan Luar Negeri serta Investasi Republik Prancis Franck Riester, yang berkoordinasi langsung dengan gajah Eropa dan luar negeri Prancis.

Selain Menteri Franck, Duta Besar Perancis untuk Indonesia Yang Mulia Olivier Chambard dan beberapa jajaran Pemerintahan serta Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia turut hadir di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (16/12/2020) lulus.

Dalam pertemuan ini, Menteri Kominfo Johnny G. Plate beserta jajaran Kementerian Kominfo serta perwakilan pemerintah Prancis membahas kurang isu utama yaitu peluncuran Planet Multifungsi SATRIA-1, pengadaan Pusat Petunjuk Nasional (PDN), serta penjajakan kontribusi Prancis dalam agenda percepatan alterasi digital Indonesia.

Perbincangan ini merupakan pembahasan lanjutan lantaran pertemuan antara Duta Besar Prancis dan Menteri Kominfo pada kamar Juli 2020 lalu.

Satelit Multifungsi SATRIA-1 dengan kapasitas 150 Gbps, diproyeksikan akan menjelma satelit telekomunikasi terbesar di Asia. Perakitan satelit SATRIA-1 dilakukan atas kerja sama Pemerintah Indonesia secara Thales Alenia Space, perusahaan manufaktur satelit yang berbasis di Prancis.

“Pemerintah Prancis mempunyai visi yang sama untuk meningkatkan konektivitas dan menghubungkan Indonesia secara wilayah-wilayah lain, ” ujar Menteri Franck Riester.

Sebab karena itu, pemerintah Prancis balik menyatakan dukungan mereka untuk menolong percepatan pemenuhan pembiayaan proyek. Pemerintah Indonesia menargetkan peluncuran SATRIA-1 dapat dilakukan pada tahun 2023.

Dengan diluncurkannya satelit SATRIA-1 pada orbit Indonesia, pemerintah berniat kebutuhan jaringan internet di daerah 3T dan 150. 000 bintik dari total 501. 112 titik layanan publik dapat dipenuhi.

Adapun titik layanan umum yang akan mendapatkan akses dari jaringan satelit ini antara asing sarana pendidikan, pemerintah daerah, tata laksana pertahanan dan keamanan, dan fasilitas kesehatan.

Menteri Franck menyatakan kunjungan ke Indonesia kali ini ditujukan untuk meningkatkan kerja sama dengan mitra Prancis di negara-negara ASEAN. Menurutnya, Indonesia adalah mitra Prancis di ASEAN dengan memiliki peluang perkembangan ekonomi yang amat baik.

Baca juga: Kominfo percepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi satu dekade

“Kami menganggap Indonesia sebagai negara bagian ASEAN yang berpengaruh dan mempunyai kontribusi penting untuk pengembangan kemitraan serta kerja sama di zona Asia Tenggara dan Asia Pasifik, terutama untuk investasi teknologi mutakhir seperti penyiaran digital, ” ujar Menteri Franck.

Negeri Prancis menyambut baik dan membuktikan dukungannya terhadap kebijakan digitalisasi pancaran tersebut.

Franck pula menyatakan bahwa Pemerintah Prancis terkuak untuk menceritakan pengalaman digitalisasi pancaran di negaranya, yang sudah jadi dilakukan sejak tahun 2011.

Mengenai e-government atau Sistem Negeri Berbasis Elektronik (SPBE), Menteri Johnny mengharapkan kesepakatan terkait pembangunan infrastruktur SPBE dapat segera difinalisasi, serasi dengan ketentuan Kementerian Keuangan & Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Baca juga: Kominfo fokus bangun jaringan 4G di 2021

Menteri Kominfo memaparkan dirinya sudah melakukan pengecekan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan pusat bukti nasional.

“Kita sudah mendapat lokasi pembangunan dan sudah melakukan pengecekan untuk memastikan iklim spesifikasi dan keamanan untuk pendirian pusat data, ” Menteri Johnny menjelaskan.

Di pada pertemuan tersebut, Menteri Johnny pula memberikan perkembangan terbaru mengenai kecendekiaan digitalisasi penyiaran yang semakin diperkuat seiring dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja sektor Telekomunikasi, Pos, dan Penyiaran.

“Melalui peraturan perundangan tersebut, penyelenggara penyiaran dalam Indonesia harus segera menyelesaikan cara analog-switch-off (ASO) dalam jangka waktu invalid dari dua tahun dari sekarang, atau pada November 2022, ” ujar Menteri Kominfo.

Baca juga: Konektivitas hingga efisiensi layanan jadi perhatian pemerintah

Selama 70 tahun terakhir, Indonesia telah menjadi mitra strategis Prancis dan diharapkan kolaborasi di zona konektivitas ini dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Menteri Johnny kembali menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 yang terjadi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi Indonesia-Prancis semua untuk sama-sama mengusahakan dengan terbaik bagi pemulihan dua negara.

“Saya berharap persekutuan ini dapat memberikan efek ungkit bagi pemulihan perekonomian Indonesia, sekali lalu mewujudkan konektivitas yang merata serta terjangkau bagi seluruh lapisan kelompok, ” tegas Menteri Johnny.

Baca serupa: Kominfo manfaatkan frekuensi migrasi tv digital untuk 5G mulai Q3 2021

Dalam Pertemuan tersebut Menteri Johnny didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Ismail, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Utama Institusi Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Anang Latif, dan Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan SDM Dedy Permadi.

Sementara tersebut, Menteri Franck didampingi Duta Mulia Perancis Yang Mulia Olivier Chambard, Utusan Khusus Menteri Eropa serta Luar Negeri Perancis untuk ASEAN François Corbin, Wakil Direktur Kantor Menteri Urusan Perdagangan Luar Daerah dan Investasi Matthias Grolier, Penasihat Menteri Urusan Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Matthieu Labbé, Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Perancis untuk Republik Indonesia Dominique Lebastard, & penerjemah Dominique Roubert.

Baca juga: Kominfo umumkan hasil pemilihan blok ban frekuensi radio 2, 3GHz

Baca serupa: ASO berpotensi tumbuhkan 232 seperseribu lapangan pekerjaan baru

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © JARANG 2020