Menlu AS Pompeo akan singgah di Vietnam

Posted by on October 29, 2020


Hanoi (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan singgah pada Vietnam pada Kamis dan Jumat (30/10) sebagai bagian dari serangkaian lawatannya di Asia, kata negeri Vietnam dan AS.

Kunjungan itu diumumkan setelah seorang masyarakat AS, yang tahun lalu dijatuhi hukuman 12 tahun di penjara Vietnam karena “berusaha menggulingkan negara”, dibebaskan oleh Hanoi dan dikembalikan ke rumahnya di California minggu lalu.

Situs informasi pemerintah Vietnam menyebutkan bahwa kunjungan Pompeo itu akan menandai rujukan 25 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

Bagian Luar Negeri AS mengonfirmasi Pompeo akan menambahkan Vietnam ke dalam lawatannya ke empat negara Asia.

Pompeo tiba di Maladewa pada Rabu setelah mengabulkan kunjungan ke Sri Lanka serta India. Pada Kamis, ia bakal mengadakan pertemuan di Indonesia.

Baca serupa: Pompeo kunjungi Asia, tekankan kontrak AS untuk kawasan Indo-Pasifik
Baca juga: Lawan China, Menlu AS tingkatkan solidaritas dengan federasi Asia

Michael Nguyen, yang lahir dalam Vietnam pada 1964 dan tinggal di Amerika Serikat sejak era kanak-kanak, ditangkap pada Juli 2018 karena dicurigai melakukan berbagai kesibukan anti pemerintah.

Nguyen antara lain diduga menghasut para pengunjuk rasa untuk menyerang kantor-kantor pemerintah dengan bom molotov serta ketapel, lapor media pemerintah bilamana itu.

Nguyen mengucapkan pada konferensi pers melalui Zoom pada Rabu bahwa ia “pada dasarnya diculik” dan diinterogasi “selama 16 jam pada suatu masa selama berhari-hari. ”

Seorang pejabat tinggi pemerintah AS mengatakan kunjungan Pompeo tidak berpegang pada pembebasan Nguyen.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa AS sepanjang tahun telah berupaya merayakan hubungan dengan Vietnam, namun terkendala COVID.

Pejabat itu, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan sejumlah pejabat tinggi GANDAR menganggap Nguyen perlu dibebaskan akan “alasan kemanusiaan”.

Mereka menyebut pembebasan Nguyen sebagai simbol penting dalam merayakan peristiwa istimewa hubungan diplomatik.

Hanoi dan Washington, musuh selama Konflik Vietnam pada 1960-an dan pangkal 1970-an, memiliki hubungan yang lebih hangat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, belakangan ini muncul beberapa kali ketegangan menumpu perdagangan.

Perwakilan Dagang AS (USTR) pada Agustus melegalkan kabar bahwa, atas perintah Pemimpin Donald Trump, mereka sedang menyelidiki apakah Vietnam telah menurunkan nilai mata uangnya –dong– dan merugikan perdagangan AS.

Hak asasi manusia juga telah menjelma masalah yang diangkat oleh pihak AS, namun kedua negara sama-sama khawatir soal sikap China yang semakin keras.

Pertama Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc pekan ini meminta Trump untuk menilai secara objektif kenyataan soal Vietnam.

Permintaan tersebut terkait dengan ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara.

Phuc mengatakan kebijakan nilai tukar tak ditujukan untuk membantu ekspor.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Vietnam desak Trump objektif sikapi dugaan manipulasi mata uang
Baca juga: Sambut KTT Korut-AS, Vietnam terbitkan 300 koin perak

Juru bahasa: Tia Mutiasari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © KURUN 2020