Mensos minta warga tidak persoalkan masalah data bansos

Posted by on May 3, 2020


Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial Juliari P Batubara meminta  warga tidak mempersoalkan masalah data bantuan sosial, namun bergotong royong dalam mendistribusikan sembako dan bahu membahu melawan COVID-19.

“Saya kira kita bukan usah ribut-ribut soal data, semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, sebagaiselaku, ala, menurut, gotong royong, kita ini masyarakat yang karakternya gotong royong, inch kata Juliari, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Mensos saat meninjau proses distribusi sembako di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, berharap agar semua warga mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah secara merata.

“Jadi, saya sampaikan kepada warga atau keluarga yang sudah menerima bansos dari pemprov ataupun dari siapapun, ya sebaiknya tidak diberikan lagi, tapi diinformasikan, dan diberikan kepada keluarga lain yang belum menerima sembako apa-apa, ” ujar Juliari.

Hal tersebut perlu dilakukan, katanya, karena adanya keterbatasan jumlah bantuan sehingga dengan demikian, pendistribusian sembako merata di seluruh wilayah.

“Tidak mungkin semua kami berikan, saya kira tadi bisa dilihat sendiri, dri RT/RW menyanggupi agar diatur dengan rapi sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan, yang merasa tidak dipedulikan, saya kira begitu, ” ujar dia.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 1, 3 juta keluarga di DKI Jakarta dan six hundred ribu keluarga di Bodetabek yang terdampak COVID-19 dengan nilai bantuan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sampai Juni.

Kemensos juga sudah menyiapkan saluran pengaduan jika masyarakat menemukan masalah terkait penyaluran bansos, baik salah sasaran, terjadi penyelewengan, / pungutan liar.

Baca juga: Anies: 98, 4 persen bansos terdistribusi dengan baik

Masyarakat bisa langsung menyampaikan aduan ke nomor hotline Bantuan Sosial Kemensos di 0811 1022 210 atau melalui email di [email protected] go. id

Baca juga: Puan: Pemerintah pastikan buruh terdampak COVID-19 peroleh bansos

Ketua RW 01 Kelurahan Bidara Cina  Oktavianus  merespon positif titah Mensos terkait penyaluran sembako. Ia menganggap kebijakan tersebut lebih efektif diterapkan untuk distribusi sembako di wilayahnya.

Baca juga: CSIS: Skema bantuan sosial masih bisa dirancang lebih optimal

“Nanti akan kami sampaikan ke warga yang sebelumnya sudah menerima, mudah-mudahan mereka mengerti, bagi mereka yang sudah dapat, seperti Pak Menteri bilang, tidak perlu lagi dapat, jadi udah tidak masalah lagi, alhamdulillah”, ujarnya.

Selain di Bidara Cina, Kemensos juga menyalurkan 342 paket sembako di RW 05 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yg juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin.

“Kami  memastikan bantuan sembako untuk wilayah DKI Jakarta  sampai kepada yang berhak menerima, sehingga tadi kami cek semuanya, isinya, maupun distribusinya lancar, tidak ada kendala. Semua kelurahan di DKI Jakarta maka akan mendapat seperti ini, ” ujar Pepen.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bansos yang disalurkan saat ini masih merupakan bantuan tahap pertama bagi warga yang terdampak COVID-19, sedangkan untuk luar DKI Jakarta, pemerintah menyalurkan bantuan sosial tunai untuk seluruh kota di Indonesia.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020