Patra tergelincir setelah pemogokan pekerja minyak Norwegia berakhir

Posted by on October 10, 2020


Salah mulia faktor bullish yang telah menanggung harga, tumbang di sore keadaan ketika diumumkan bahwa Norwegia hendak mengakhiri pemogokan mereka

New York (ANTARA) – Harga minyak tergelincir lebih dari satu obat jerih pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah pemogokan praktisi minyak di Norwegia berakhir, dengan akan meningkatkan produksi minyak anom bahkan ketika Badai Delta memaksa perusahaan-perusahaan energi AS memangkas produksi.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember terpangkas 49 sen atau 1, 1 persen, menjadi 42, 85 dolar AS per barel. Minyak hijau berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 59 sen atau 1, 4 persen, menjadi ditutup di 40, 60 dolar AS.

Terlepas dari penurunan harga di Jumat (9/10), kedua patokan terangkat sekitar sembilan persen minggu tersebut, kenaikan pertama mereka dalam tiga minggu terakhir dan kenaikan mingguan terbesar untuk Brent sejak Juni.

Harga minyak terangkat di awal pekan karena kewaswasan pemogokan di Norwegia dan topan menuju Pantai Teluk AS bakal memangkas produksi minyak mentah.

Perusahaan minyak Norwegia menyelenggarakan tawar-menawar upah dengan pejabat serikat pekerja pada Jumat (9/10), mengakhiri pemogokan 10 hari yang mengancam akan memangkas produksi minyak dan gas negara itu hampir 25 persen minggu depan.

“Salah satu faktor bullish yang sudah mendukung harga, tumbang di sore hari ketika diumumkan bahwa Norwegia akan mengakhiri pemogokan mereka, ” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Yang juga membebani harga adalah keraguan dengan disuarakan oleh Partai Republik pada Senat AS bahwa kesepakatan stimulus ekonomi virus corona dapat dicapai sebelum pemilihan 3 November.

Sebelumnya pada hari itu, harga minyak sempat berubah membangun setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan dia akan meneruskan pembicaraan tentang kemungkinan paket stimulus COVID-19 senilai 1, 8 triliun dolar AS dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Tengah itu, Badai Delta memberikan tangan terbesar bagi produksi energi lepas pantai AS di Teluk Meksiko dalam 15 tahun terakhir, mengakhiri sebagian besar produksi minyak pada kawasan itu dan hampir besar pertiga dari produksi gas zona.

Ke depan, JP Morgan mengatakan bahwa prospek suruhan minyak global yang memburuk karena potensi kenaikan kasus virus corona musim dingin ini kemungkinan hendak mendorong Organisasi Negara-negara Pengekspor Patra (OPEC) untuk membalikkan rencana pelonggaran pemotongan minyak pada 2021, dengan Arab Saudi menawarkan pemotongan bertambah dalam di bawah kuota masa ini.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020