Pemerintah siapkan insentif untuk industri daur ulang

Posted by on July 7, 2021


Salah satu program buat memacu kinerja pengelolaan sampah itu yakni dengan turut mendorong dan mengembangkan ekonomi sirkular

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah saat itu terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah lantaran hulu hingga hilir buat memacu ekonomi sirkular dengan menyiapkan insentif bagi pabrik daur ulang.

Eksekutif Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar mengatakan salah kepala kebijakan untuk menumbuhkan ekosistem itu dengan cara pemberian insentif berupa reduksi pajak pertambahan nilai ( PPN) bagi sektor industri masa ulang dari 10 obat jerih menjadi 2 persen.

“Saat ini (rencana kebijakan insentif industri masa ulang) masih digodok oleh Kementerian Keuangan, ” katanya dalam webinar Prospek Bisnis Daur Ulang yang Berkelanjutan di Indonesia di Jakarta, Rabu.

Novrizal menyatakan pemerintah menargetkan dapat mengurangi dan menangani sampah secara berkala setiap tahunnya.

Berdasarkan titah Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah, Indonesia ditargetkan mampu mereduksi sampah mematok 30 persen atau sebanyak 20, 9 juta ton dengan tingkat pengelolaan sampah sebesar 70 persen atau sebesar 70, 8 juta ton pada 2025.

“Salah satu rencana untuk memacu kinerja tata sampah itu yakni secara turut mendorong dan memajukan ekonomi sirkular, ” katanya.

Hal tersebut, tambahnya, dilakukan dengan memperbaiki ekosistem industri daur kembali sampah ini dari hulu hingga hilir untuk menyegerakan ekonomi sirkular dengan menyiapkan insentif bagi industri masa ulang.

Selain itu pihaknya merespons positif sejumlah perusahaan yang menerapkan program extended producer responsibility (EPR) yang membangun atau berinvestasi di industri tata sampah daur ulang.

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Christine Halim meminta pemerintah segera menjadikan aturan tentang pemberian insentif berupa pengurangan PPN dengan sudah cukup lama reda itu.

Menurutnya, hal itu perlu lekas direalisasikan untuk menopang perkembangan industri daur ulang yang diproyeksikan kapasitasnya meningkat hingga tiga kali lipat daripada saat ini.

“Industri daur ulang dalam Indonesia diperkirakan akan semakin tumbuh dan mendatangkan peluang baru bagi pelaku usaha, ” katanya.

Christine Halim menyatakan PPN 10 persen sangat mengutamakan industri daur ulang, selain itu juga menurunkan gaya saing dibandingkan bahan dasar dari impor.

“Jangan lama-lama digodok (aturan PPN industri daur ulang) karena kami sudah enam tahun mengajukan bebas PPN, ” ujarnya.

Siapkan pembiayaan

Sementara tersebut kalangan perbankan siap menganjurkan pembiayaan untuk mendukung pengembangan industri daur ulang terus-menerus di negara yang diproyeksikan semakin meningkat kapasitasnya daripada tahun ke tahun

Executive Director IG Head Resources UOB Indonesia Susanto Lukman menyatakan pihaknya memiliki program green circular economy framework dengan menyediakan pembiayaan atau refinancing molek sebagian maupun seluruhnya bagi perusahaan yang memenuhi sarana dan kriteria green circular economy framework.

“UOB green circular economy framework akan membantu di mengakses pembiayaan bisnis terus-menerus, ” ujar Susanto

Menurut dia, UOB green circular economy framework meringankan proses penerapan bisnis keberlanjutan dengan memberdayakan debitur dengan wawasan dan pengetahuan, jalan yang efisien dan transparan dari kualifikasi hingga pemberitahuan, dan solusi khusus dengan memenuhi kebutuhan debitur.

Dia menambahkan UOB green circular economy framework bisa memberikan modal kegiatan yang komprehensif dengan carik kas untuk memenuhi hajat modal kerja debitur maupun perusahaan – perusahaan yang berada di bidang ekonomi dan bisnis berkelanjutan.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya menyediakan pembiayaan bahan hingga 80 persen LTV dari nilai peralatan tenor hingga 5 tahun atau kontrak tenor, kapitalisasi kembang hingga 12 bulan.

Mengucapkan juga: Menperin resmikan pabrik daur ulang plastik terbesar di Indonesia
Membaca juga: Kemenperin: Industri daur ulang kelola dua juta ton limbah plastik
Baca juga: Pabrik periode ulang plastik solusi ekosistem keberlanjutan Indonesia

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021