Perolehan PLN berkurang Rp3 triliun kelanjutan COVID-19

Posted by on June 17, 2020


Jakarta (ANTARA) awut-awutan Bencana pandemi COVID-19 menyebabkan penggunaan atau permintaan listrik berkurang sehingga berimbas pada sisi pendapatan sejak Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini di Jakarta, Rabu, mengatakan pada sisi lainnya penggunaan listrik rumah tangga justru menjalani kenaikan drastis, namun hal itu belum mampu menutupi pada berkurangnya konsumsi industri dan bisnis.

Dalam rapat bersama Bayaran VII DPR RI, ia menjelaskan bahwa penurunan pendapatan pada kamar Mei 2020 mencapai hingga Rp3 triliun.

Biasanya PLN mendapatkan pendapatan bulanan sebesar Rp25 triliun, namun pada bulan Mei hanya sebesar Rp22 triliun.

Baca selalu: PLN sebut 98 persen lonjakan tagihan listrik akibat pemakaian terbang

Berdasarkan pemaparannya, PLN mengalami kerugian sejumlah Rp38, 87 triliun pada kuartal I. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, BUMN listrik ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4, 14 triliun.

PLN memang mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp72, 7 triliun atau meningkat 5, 48 obat jerih di kuartal I dibanding kurun yang sama di 2019. Namun beban usaha PLN mengalami lonjakan drastis yakni sebesar tujuh persen dari Rp73, 63 triliun di kuartal I-2019 menjadi Rp78, 8 triliun di tiga bulan pertama tahun ini.

Kemudian PLN mengaku tengah menunggu negeri untuk mencairkan kompensasi atas sumbangan listrik pada tahun 2018 dan 2019 dengan total kompensasi mencapai Rp45, 47 triliun.

Baca juga: Kemendag minta PLN tera ulang meter pastikan tarif pemakaian

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020