Rupiah melemah tertekan kenaikan bengkok hasil obligasi AS

Posted by on April 13, 2021


Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di membentangkan Rp14. 585 per dolar AS hingga Rp14. 610 per dolar AS

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah kepada dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta dalam Selasa pagi, melemah tertindas kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat.

Pada pukul 9. 52 WIB, rupiah melemah 13 poin atau 0, 09 persen ke posisi Rp14. 608 per dolar GANDAR, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14. 595 per dolar AS.

“Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terangkat seiring pasar yang memahami pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell bahwa bank sentral AS masih berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan longgar, ” tulis Tim Penelitian Monex Investindo Futures di kajiannya di Jakarta, Selasa.

Tingginya tingkat imbal hasil obligasi GANDAR didorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS yang solid karena didukung stimulus besar serta upaya vaksinasi yang agresif di AS.

Imbal hasil obligasi GANDAR tenor 10 tahun terbang ke level 1, 67 persen pada Senin (12/4) setelah Powell menegaskan kembali komitmen The Fed buat mempertahankan kebijakan moneter yang longgar atau dovish.

Selanjutnya pada keadaan ini pasar akan menantikan data Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis pada pukul 19. 30 WIB.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah jalan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14. 585 per dolar AS hingga Rp14. 610 bohlam dolar AS, ” sekapur Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Pada Senin (12/4) lalu, rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0, 21 persen ke posisi Rp14. 595 per dolar AS dibandingkan posisi dalam penutupan perdagangan sebelumnya Rp14. 565 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Selasa pagi melemah 18 poin
Baca juga: Rupiah awal pekan melemah, bersamaan ekspektasi pemulihan ekonomi GANDAR
Baca juga: Rupiah akhir pekan melemah dipicu kembali naiknya yield obligasi AS

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © JARANG 2021