Saham Inggris ditutup merosot, indeks FTSE 100 terpangkas 1, 73 persen

Posted by on July 10, 2020


Rolls-Royce Holdings, perusahaan rekayasa multinasional yang merancang, membuat dan mendistribusikan sistem tenaga untuk penerbangan dan industri lainnya, berkinerja terburuk

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris kembali berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (9/7/2020), mengalami penurunan untuk hari ketiga berturut-turut dengan indeks acuan FTSE hundred di Bursa Efek London jatuh 1, 73 persen atau 106, 54 poin, menjadi menetap pada 6. 049, 62 poin.
Indeks FTSE 100 melemah 0, 55 persen atau 33, 74 poin menjadi 6. 156, 16 poin pada Rabu (8/7/2020), melanjutkan penurunan 1, 53 persen atau ninety six, 04 poin menjadi 6. 189, 90 poin pada Selasa (7/7/2020), setelah melonjak 2, 09 persen atau 128, 64 poin menjadi 6. 285, 94 poin pada Senin (6/7/2020).

Rolls-Royce Holdings, perusahaan rekayasa multinasional yang merancang, membuat dan mendistribusikan sistem tenaga untuk penerbangan dan industri lainnya, berkinerja terburuk ( best loser ) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 10, 95 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan listrik dan gas multinasional Inggris National Grid yg jatuh 5, 47 persen, dan perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris BP turun 4, 43 persen.

Sementara tersebut, Persimmon, sebuah perusahaan pengembang perumahan Inggris, melonjak 6, 41 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi ( top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan properti Berkeley Group Holdings yang terangkat 3, 80 persen, serta kelompok perusahaan taruhan olahraga dan perjudian Inggris meningkat 3, 09 persen.

Baca juga: Saham Inggris merosot lagi, Indeks FTSE 100 jatuh 0, 55 persen
Baca juga: Saham Inggris berbalik turun, indeks FTSE 100 terpangkas 1, 53 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Publisher: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020