Sri Mulyani tekankan pemulihan harus terjadi di seluruh zona

Posted by on July 2, 2021


Saat genting ini kita akan meneruskan reformasi. Bersama DPR saya juga membahas bagaimana jalan meningkatkan iklim investasi & perdagangan dengan lebih efektif

Jakarta (ANTARA) berantakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pemulihan dibanding dampak pandemi COVID-19 kudu terjadi secara menyeluruh di semua sektor baik kesehatan, dunia usaha dan industri hingga terkait perubahan kondisi.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani era menghadiri 19th World Congress of the International Economic Association (IEA) secara virtual yang mengusung tema “Equity, Sustainability and Prosperity in a Fractured World”.

“Kita harus waspada karena perkembangan saat tersebut menunjukkan adanya peningkatan pesat di negara-negara dengan vaksinasi yang rendah akibat tingginya tingkat penularan varian Delta termasuk Indonesia, ” katanya di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani membuktikan untuk penanganan eskalasi kejadian COVID-19 pemerintah bekerja sama dengan masyarakat sipil, publik bisnis dan pemerintah kawasan dalam mengakselerasi vaksinasi dengan telah mencapai lebih lantaran 1 juta dosis bohlam hari.

Selain vaksinasi, pemerintah juga hendak menerapkan PPKM darurat yang menunjukkan bahwa situasi zaman ini sangat menantang untuk dapat dikendalikan.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan pemerintah juga melanjutkan upaya mempromosikan reformasi fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Saat krisis ini kita akan melanjutkan reformasi. Bersama DPR kami juga membahas bagaimana cara meningkatkan iklim investasi dan perdagangan dengan lebih efektif, ” ujarnya.

Langkah itu dilakukan di antaranya meniti UU Cipta Kerja, pembaruan pajak, dan reformasi zona SDM untuk meningkatkan nilai SDM Indonesia.

”Oleh karena itu di 2022, APBN ditujukan buat memperkuat pemulihan dan melanjutkan reformasi struktural serta konsolidasi fiskal dengan defisit fiskal sekitar 4, 51 upah sampai 4, 85 persen terhadap PDB, ” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah turut melakukan upaya dalam rangka memitigasi perubahan iklim yakni dengan menargetkan penurunan emisi 29 persen tanpa dukungan universal dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

Ia menjelaskan saat ini pemerintah medium dalam proses perumusan susunan untuk penetapan harga karbon dengan mengangkat prinsip kehati-hatian melalui belajar dari negeri lain.

Ia memastikan Indonesia sebagai Pemimpin Koalisi Menteri Keuangan Negeri untuk Atasi Perubahan Kondisi akan mendorong negara maju memobilisasi pembiayaan serta mengalihkan pengetahuan dan teknologi kepada negara berkembang.

“Isu perubahan iklim yang dibahas dalam kegiatan IEA serta forum Koalisi Menteri Keuangan Dunia juga mau dibahas dalam salah satu agenda di G20, ” ujarnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Ekonomi syariah maka pilar pemulihan ekonomi
Baca juga: Di DPR, Sri Mulyani paparkan realisasi Program PEN hingga 18 Juni
Baca selalu: Menkeu ungkap dua penghampiran pemerintah, maksimalkan pemulihan ekonomi

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © JARANG 2021