Sri Mulyani tetapkan empat bank mitra untuk penempatan dana tahap introduksi

Posted by on June 25, 2020


PMK 70/2020 diterbitkan sebagai upaya untuk membantu pelaku usaha khususnya di sektor riil yang tidak dapat memanfaatkan insentif di dalam rangka pemulihan ekonomi.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan empat bank milik negara sebagai mitra pemerintah yaitu Bank BRI, Bank Sendiri, BNI, dan BTN dalam penempatan dana tahap awal untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Untuk tahap pertama sudah tersedia empat bank milik pemerintah dengan ditetapkan sebagai bank umum pacar oleh Kemenkeu, ” demikian kutipan keterangan resmi Kemenkeu yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dana tersebut akan ditempatkan pada jangka waktu paling lama enam bulan dengan tingkat bunga paling sedikit sebesar tingkat bunga untuk uang negara yang ditempatkan di rekening penempatan dalam rupiah dalam Bank Indonesia.
Baca juga: Lakukan restrukturisasi, Himbara minta bantuan dana dari negeri

Bank umum mitra memiliki kriteria yakni izin usaha yang masih asi sebagai bank umum serta menyimpan kegiatan usaha di wilayah Republik Indonesia dengan mayoritas pemilik bagian atau modal adalah warga negeri atau badan hukum Indonesia ataupun pemerintah daerah.

Tidak hanya itu, bank umum pacar juga memiliki tingkat kesehatan sedikitnya komposit tiga yang telah diverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan melaksanakan kegiatan perbankan yang mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Seiring dengan ditetapkannya empat bank mitra pemerintah buat tahap awal ini, Kemenkeu sudah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 70/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra.
Baca pula: Realisasi restrukturisasi kredit empat bank BUMN Rp120, 8 triliun

Hal tersebut dilakukan untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional yang merupakan bagian sejak kebijakan keuangan negara dalam rencana penanganan pandemi COVID-19 dan/atau bertemu ancaman yang membahayakan perekonomian nasional.

“PMK ini telah berlaku sejak diundangkan pada 22 Juni 2020, ” tulisnya.

PMK 70/2020 diterbitkan sebagai upaya untuk membantu pelaku jalan khususnya di sektor riil yang tidak dapat memanfaatkan insentif dalam rangka pemulihan ekonomi.

Sumber dana kebijakan yang diberlakukan dalam PMK 70/2020 berasal sebab kelebihan kas yang merupakan kondisi saat terjadinya dan/atau diperkirakan saldo rekening Kas Umum Negara meninggalkan kebutuhan pengeluaran negara pada masa tertentu.
Menangkap juga: Bank Himbara jadi penongkat likuiditas dikhawatirkan akan jadi tanggungan

“Kebijakan ini juga yang merupakan periode dari pengelolaan kas negara ataupun cash management di mana Menteri Keuangan dapat menggunakan kewenangannya selaku Bendahara Umum Negara, ” tulisnya.

Sebagai informasi pada Rabu (24/6), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menempatkan dana sebesar Rp30 triliun pada bank umum milik negara dalam rangka mendorong percepatan perbaikan ekonomi nasional terutama untuk sektor riil.

“Jadi uang ini memang khusus untuk mendorong ekonomi sektor riil, ” tegasnya.

Baca juga: Pemerintah tempatkan dana Rp30 triliun kepada bank himbara

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020