Stimulus AS belum ada titik temu, rupiah masih stagnan

Posted by on October 26, 2020


Lantaran dalam negeri, pasar masih mewaspadai perkembangan penolakan UU Cipta Kerja

Jakarta (ANTARA) – Kadar tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak stagnan seiring masih belum adanya titik temu paket stimulus lanjutan di Amerika Serikat.

Pada pukul 9. 43 WIB, rupiah sama seperti dalam posisi penetapan akhir pekan morat-marit di posisi Rp14. 660 bagi dolar AS.

“Hari ini sentimen negatif dari kebuntuan negosiasi stimulus AS dan meningkatnya kasus penularan COVID di negeri bisa menekan turun pergerakan rupiah terhadap dolar AS, ” prawacana Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra pada Jakarta, Senin.

Menurut Ariston, kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pemulihan ekonomi karena buntunya negosiasi stimulus AS, bisa membakar pasar mencari aman di dolar AS.

“Dari dalam negeri, pasar masih mewaspadai kelanjutan penolakan UU Cipta Kerja, ” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp14. 600 per dolar AS hingga Rp14. 750 per dolar AS.

Pada Jumat (26/10) morat-marit, rupiah ditutup stagnan alias cocok seperti hari sebelumnya di kedudukan Rp14. 660 per dolar AS.

Menangkap juga: Rupiah Senin pagi menguat lima poin ke Rp14. 655 per dolar

Baca juga: Rupiah akhir pekan ditutup stagnan, dibayangi hati stimulus AS
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020