Teten sebut pembiayaan jadi satu diantara faktor kunci transformasi UMKM

Posted by on August 20, 2021


Jakarta (ANTARA) – Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki mengutarakan kemudahan pembiayaan menjadi salah satu faktor kunci Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dapat bertahan & bertransformasi dengan pandemi COVID-19.

“Baiknya ekonomi nasional kita akan tergantung seberapa baiknya UMKM kita, ” kata Teten dalam webinar  di  Jakarta, Jumat.

Teten mengatakan zaman ini terdapat dua isu utama terkait pembiayaan pada sektor UMKM  yang masih membutuhkan perhatian khusus serta pembenahan menyeluruh kedepannya.

Pertama, masih rendahnya rasio kredit perbankan untuk UMKM yang baru sekitar 20 persen. Rasio ini lebih rendah dari Singapura yang sebesar 39 persen, Malaysia sebesar 51 upah, Jepang 66 persen, serta Korea Selatan sebesar 81 persen.

Baca juga: Menkop-UKM dukung Gerakan Pangan Pancasila dalam Wujud Koperasi

Isu kedua adalah masih ada 30 juta usaha mikro yang belum bisa mengakses pembiayaan formal, dengan sebanyak tujuh juta pelaku daya masih  meminjam pembiayaan dibanding kerabat, lima  juta ke rentenir, dan 18 juta belum mendapatkan pembiayaan.

Padahal, menurut dia, produk pembiayaan UMKM di Indonesia sudah banyak, namun masih tersebar, tidak fokus, cenderung menyasar objek dengan sama dan tidak melekat. Hal ini dibuktikan semasa 10 tahun terakhir.

“Saya kira kaum tahun sebelumnya postur UMKM tidak mengalami perubahan, masih didominasi usaha mikro, ”  sebutnya.

Situasi itu, lanjut Teten, terlihat dari  usaha mikro dengan omzet Rp2 miliar setahun yang jumlahnya mencapai 99, 6 persen, atau bermakna struktur ekonomi Indonesia belum mengalami perubahan karena masih didominasi usaha mikro.

Oleh karena itu, ia menilai penting untuk melihat kembali sistem pola pembiayaan UMKM  agar pelaku usaha tersebut dapat menjadi naik kelas.

Baca serupa: Teten Masduki usulkan perlunya pembiayaan bagi agregator keluaran pangan

Untuk itu, terdapat beberapa kebijakan yang jadi diambil pemerintah. Pertama, petunjuk presiden kepada Kementerian Koperasi-UKM untuk meningkatkan porsi pengaruh perbankan dari 20 upah menjadi di atas 30 persen di tahun 2024.

Begitu juga dengan Kredit Usaha Kaum (KUR) tanpa agunan dengan disebut selama ini tidak lebih dari Rp50 juta, akan menjadi Rp100 juta. Walaupun pada praktiknya, dijelaskan masih menggunakan agunan.

Selanjutnya, plafon KUR maksimum yang sebelumnya Rp500 juta, akan berupaya dinaikkan menjadi Rp20 miliar.

“Harapannya UMKM bisa membesar kapasitas usaha, biar mereka bisa ada kesempatan untuk naik kelas. Pertama UMKM yang memiliki inovasi bisnis yang baik, dengan sudah masuk ke pembaruan teknologi, ” jelas Teten.

Baca juga: Kemenkop UKM: Tingkatkan kualitas kuda dongkrak kesejahteraan peternak

Baca serupa: Teten Masduki sebut eksistensi fintech sangat membantu usaha mikro

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021