Wall Street jatuh setelah Trump dalam tes positif terpapar COVID-19

Posted by on October 3, 2020


Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 134, 09 poin atau 0, 48 persen menjadi ditutup pada 27. 682, 81 poin

New York (ANTARA) kacau Saham-saham di Wall Street mendarat tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) setelah informasi bahwa Presiden AS Donald Trump dites positif COVID-19 membuat investor menjauhi aset-aset berisiko dan menambah ketidakpastian seputar pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 134, 09 poin atau 0, 48 persen menjadi ditutup pada 27. 682, 81 pokok. Indeks S& P 500 redup 32, 36 poin atau 0, 96 persen, menjadi menetapa dalam 3. 348, 44 poin. Ruang Komposit Nasdaq ditutup anjlok 251, 49 poin atau 2, 22 persen, menjadi 11. 075, 02 poin.

Lima lantaran 11 sektor utama S& P 500 ditutup lebih rendah, secara sektor jasa teknologi dan koneksi jatuh masing-masing 2, 55 persen dan 1, 99 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor real estate menguat 1, 58 tip, merupakan kelompok dengan kinerja terkemuka.

Meskipun terjadi gerak-gerik jual pada Jumat (2/10/2020), S& P dan Nasdaq keduanya terangkat 1, 5 persen untuk minggu ini, sementara Dow mengakhiri bagian 1, 9 persen lebih luhur dari penutupan Jumat lalu (25/9/2020).

Trump mencuit Kamis malam (1/10/2020) bahwa dia & istrinya Melania dinyatakan positif COVID-19, setelah seorang pembantu dekat tertular virus dan akan ditempatkan dalam bawah karantina, menambah hal-hal yang tidak diketahui untuk pasar dengan sudah bergejolak.

Hati pasar tertekan karena diagnosis presiden menambah ketidakpastian pemilihan, kata para-para ahli. Tetapi saham-saham mengurangi kecelakaan mereka setelah Gedung Putih menganjurkan jaminan bahwa Trump, meski menikmati gejala ringan, akan tetap mematuhi tugasnya.

Ekuitas selalu mendapat dorongan singkat setelah Kepala Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi, mengumumkan bahwa kesepakatan untuk memberikan bantuan pemerintah senilai 25 miliar dolar AS lagi kepada industri penerbangan “sudah dekat”.

Namun, laporan pekerjaan AS untuk September yang lebih buruk dari perkiraan juga membebani pasar.

Pengusaha AS memasukkan 661. 000 pekerjaan pada September, mendorong tingkat pengangguran turun 0, 5 poin persentase menjadi 7, 9 persen, Biro Statistik Gaya Kerja melaporkan Jumat (2/10/2020). Para-para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan pekerjaan 800. 000.

Angka tersebut dibandingkan dengan kenaikan 1, 49 juta pekerjaan yang direvisi terbang pada Agustus, ketika tingkat pengangguran turun 1, 8 poin bagian menjadi 8, 4 persen, membuktikan perlambatan pemulihan di pasar tenaga kerja yang dirusak oleh pandemi COVID-19.

Baca juga: Wall Street dibuka jatuh setelah Trump dinyatakan nyata COVID-19
Baca juga: Wall Street akhiri sesi berombak bertambah tinggi, harapan stimulus surut

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020