Wamenkes: Lonjakan COVID-19 di Suci dan Bangkalan contoh ceroboh prokes

Posted by on June 10, 2021


Real vaksin hanya untuk antibodi saja agar tidak ada gejala berat

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengemukakan lonjakan kasus COVID-19 yang saat ini melanda Kudus (Jawa Tengah) serta Bangkalan (Jawa Timur) kelanjutan perilaku abai masyarakat kepada protokol kesehatan.

“Berbagai macam contoh kejadian yang terjadi di Kudus & di Bangkalan yang kita tidak inginkan bersama-sama itu merupakan salah satu mencontoh bagaimana kalau kita gegabah dalam kegiatan protokol kesehatan yang benar, ” kata  Dante Saksono Harbuwono di acara virtual Dialog Kabar Kamis di Media Center KPCPEN  di Jakarta, Kamis.

Laju urusan COVID-19 di daerah, katanya, tergantung dari tingkat mobilisasi penduduk, khususnya usai libur Lebaran. Bukan tidak agak-agak kondisi serupa juga terjadi di tempat-tempat lain.

Pemerintah sejak pokok telah memiliki permodelan kalau tingkat kasus yang terjadi di daerah akan meningkat sekitar enam sampai tujuh pekan dari mobilisasi penduduk.

“Apa dengan terjadi di Kudus dan Bangkalan bukan cuma tanggung jawab dari daerah tersebut, tetapi tanggungan secara nasional dari pemerintah dengan asosiasi yang akan melakukan sinergi bersama supaya kegiatan itu bisa memberikan hasil yang maksimal, ” katanya.

Dante mengatakan daerah yang sudah mengalami status ekstrem peningkatan kasus menyabet bantuan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, obat-obatan yang lulus serta melakukan mitigasi serta melakukan evaluasi serta menyerahkan bantuan manajemen kesehatan.

Membaca juga: Sampel varian COVID-19 di Kudus-Bangkalan masih diteliti, kata satgas

Dalam program yang sama, Bupati Suci M.   Hartopo mengucapkan lonjakan kasus COVID-19 era ini hampir mencapai dua. 000 kasus. Angka tersebut meleset dari perkiraan pembukaan berkisar 200 kasus.

“Prediksi saya kemarin setelah masyarakat divaksinasi tersedia titik terendah sampai 60 kasus itupun gejala rendah dan sedang. Setelah Idul Fitri, perkiraan saya memutar banyak 200-an, ternyata saat ini hampir 2. 000 kejadian, ” katanya.

Ia mengatakan angka peristiwa COVID-19 saat ini melebihi angka kasus yang terjadi pada periode yang sama tahun 2020 yang mencapai 185 kasus.

Lonjakan kasus tersebut, kata Hartopo, dipicu sejumlah faktor, lupa satunya vaksinasi yang mendaulat persepsi masyarakat Kudus menjelma merasa kebal virus.

“Padahal vaksin hanya untuk antibodi saja supaya tidak ada gejala berat, ” katanya.

Selain itu, budaya silaturahim  selama libur Lebaran mendirikan masyarakat abai pada penerapan masker, khususnya saat menikmati santapan Lebaran.

“Saat Lebaran ada silaturahmi ke saudara. Mereka terlepas masker dan menikmati sajian yang ada. Ini potensi yang luar biasa, ” katanya.

Baca juga: Kemkes: Penguatan 3T-3M dan vaksinasi tanggulangi COVID-19
Menyuarakan juga: Unair: Varian baru COVID-19 ITD bukan lonjakan kasus Bangkalan
Menyuarakan juga: Panglima: Pasukan TNI/Polri akan ditambah bantu PPKM Mikro di Pati

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021