Wamenkes: Vaksinasi bukan satu-satunya “game changer” hadapi pandemi

Posted by on September 9, 2021


Jakarta (ANTARA) kepala Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa vaksinasi bukan satu-satunya game changer  (pengubah situasi, red)   dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Peningkatan kasus konfirmasi, perawatan, & kematian masih terjadi dalam negara-negara yang cakupan vaksinasinya tinggi, menunjukkan vaksinasi bukan game changer , ” ujarnya dalam webinar bertema “Penatalaksanaan COVID-19 dan Sosialisasi Standar Pelestarian Dokter” dipantau via daring di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan Amerika Serikat, Inggris, dan Israel merupakan negara dengan nilai vaksinasi lengkap di akan 50 persen. Namun, kejadian konfirmasi, perawatan, dan maut tetap terjadi di negara itu meski sudah agung cakupan vaksinasinya.

“Di AS jumlah vaksinasinya mencapai 53 persen, Inggris 63 persen, Israel 63 persen, tetapi tetap berlaku gelombang peningkatan yang disebabkan varian delta, ” paparnya.

Baca juga: Luhut minta semua pihak kompak disiplin hindari gelombang ketiga

Mengaji juga: Wapres minta Bali tingkatkan 3T untuk turunkan kasus COVID-19

Ia mengatakan, vaksinasi memang merupakan hal penting dan salah satu modal istimewa dalam menghadapi pandemi. Bakal tetapi, bukan merupakan tunggal.

“Ini membuktikan bahwa walaupun sudah ada vaksinasi yang cukup, tetapi bila protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik pada masyarakat maka kenaikan kejadian akan tetap terjadi, ” katanya.

Vaksinasi, menurut nya, memainkan peranan pada angka mortalitas di Panti Sakit. “Mungkin angka severity  akan berkurang dengan vaksinasi dengan cukup, ” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dante juga menyampaikan, pada menghadapi pandemi, dokter mempunyai peran penting dalam pada setiap strategi penanganan pandemi.

Dante mengemukakan, pemerintah memiliki strategi dalam penanganan pandemi COVID-19 yang dibagi menjadi empat, yakni deteksi, terapetik, terapeutik, vaksinasi, serta perubahan perilaku.

“Di semua pilar itu dokter memainkan peranan dimana tes epidemiologi menjadi lebih penting untuk disosialisasikan sebab para dokter, ” katanya.

Ia memasukkan, rasio kontak erat yang dilacak juga penting, itu dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan tubuh dan dibantu TNI-Polri.

Kontak erat tersebut, lanjut dia, memainkan peranan rasio dalam mendeteksi urusan yang masih ringan dan terdeteksinya kasus pada periode awal. *

Baca selalu: Forkominda DKI deklarasikan Perang Melawan Pandemi COVID-19

Mengucapkan juga: Kemenkes beri biji E atas kualitas pengoperasian COVID-19 di DKI

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021